Rabu, 07 Maret 2012
Student Reise
Tepat pada tanggal 21 april kami mengadakan student Reise. Kami berangkat dari universitas menuju samosir. Kami tiba dikampus pada pukul 07.00 pagi. Tak berapa lama kemudian mobil kami datang. Rute yang kami lalui sangat
panjang. Sebelumnya dozent kami sudah membagi tugas dari setiap
mahasiswa. Ada yang menjadi pemandu wisata, ada juga yang menjadi orang
yang membuat kegiatan agar perjalan menjadi rame. Sepanjang jalan kami
bernyanyi nyanyi dan tertawa-tawa. Banyak juga yang tidur karena merasa
capek .
Setiap
orang menceritakan yang menjadi bagiannya. Setiap mahasiswa berperan
sebagai pemandu wisata. Setiap orang harus mampu menceritakan keadaan
suatu wilayah, asal-usul terjadinya tempat tersebut. Sebagai seorang
pemandu wisata kita harus menyesuaikan kondisi. Contohnya dengan
mengajak para mahasiswa atau mahasiswi bernyanyi atau mendengarkan music atau biasa juga dengan menyumbangkan berupa nyanyian kepada mereka.
Waktu
perjalanan ke parapat, saya dan teman-teman yang lain naik di mobil.
Mobil itu milik dozent kami. Disana saya bersama frau lisa, frau Iin,
frau hafni, anita dan laura. Sepanjang jalan kami menikmati perjalanan
kami. Hal ini sangat menyenangkan. Perjalanan
menuju Berastagi cukup lancar, sesekali iring-iringan mobil mulai
merambat lambat, menaiki perbukitan. Kira-kira pukul 11.00 kami tiba di
Berastagi, sebuah kecamatan di Kabupaten Karo. kami sempatkan melihat
untuk sesaat, Pajak Buah Berastagi. Setelah bergerak kira-kira 10 km arah selatan Berastagi, sampailah kami di Kabanjahe. Kami berhenti
di sini. Kami cukup puas melihat pemandangan gunung Sibayak dan Gunung
Sinabung dari atas mobil. Pedangan buah-buahan dikanan kiri jalan ikut
memeriahkan perjalanan kami siang itu. Perjalanan kami di
dalam mobil selalu diiringi dengan makanat. Tiba-tiba Frau Iin
mengeluarkan sebuah makanan yang enak. Sebuah makanan yang mempunyai
cmpuran dari telur, indomie, daging, dantepung Roti. Kami sangat
menyukai makanan itu. Tak berapa lama kemudian kami berhenti di
berastagi. Disana terdapat sebuah hutan. Hutan itu banyak dikunjungi
oleh masyarakat. Alam itu sangat luas dan tidak dijamah oleh manusia.
Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Brastagi,
sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam.
Secara administratif pemerintahan, kawasan Taman Sibolangit ini terletak
di Desa Sibolangit Kecamatan Sibolangit Kabupatem Deli Serdang Propinsi
Sumatera Utara.Di dalam hutan tersebut frau Kristina menunjukkan kepada
kami berbagai keindahan daripada tumbuhan disana. Bahkan disana kami
menemukan sebuah tali panjang yang konon digunakan oleh masyarakat
dihutan untuk menaiki sebuah pohon yang lebat. Mengingat
Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang
bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan kontribusi
yang sangat pening bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan
(sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi). Flora
yang tumbuh di kawasan ini sebagian jenis asli dan sebagian lagi
berasal dari luar negeri. Pada umumnya terdiri dari pohon yang besar
dengan diameter lebih dari 1 meter, seperti diantaranya jenis sono
kembang (Dalbergia latifolia), Angsana (Pterococarpus indicus) dan kelenjar (Samanea saman).
Ada juga jenis tanaman palam dan pinang. Disamping itu terdapat pula
tumbuhan yang merambat seperti Philodendron sp. Adanya tumbuhan ini
dikarenakan jumlah curah hujan yang cukup tinggi (diperkirakan antara
3000 sampai dengan 4000 mm/tahun).Sedangkan tanaman bawah atau ground
cover yang dipakai sebagai pembatas jalan setapak pada umumnya
didominasi jenis Anthurium dari famili Araceae.Di kawasan Tanaman Wisata
Sibolangit juga ditemukan salah satu tumbuhan yang tergolong langka
(tumbuh setiap 5 tahun sekali) dan mempunyai daya tarik tersendiri yaitu
Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum). Jenis fauna yang sering dijumpai adalah Kera (Macaca fascicularis) dan Lutung (Presbytis sp)
yang senang bermain-main di pohon. Apalagi pada musim buah duku dan
durian, frekuensi kunjungannya akan semakin sering. Keberadaan kera dan
lutung ini memberikan daya tarik tersendiri karena dapat beratraksi dan
mengeluarkan bunyi suara yang amat nyaring.Selain itu, pada musim yang
sama (musim buah) banyak dijumpai jenis-jenis burung seperti : burung
Rangkong (Buceros sp), burung Kutilang, Kacer, Srigunting serta jenis hewan lainnya : Bagi Hutan, Kancil Trenggiling dan Kuskus.Kami menuju
Tongging, dimana air terjung Sipiso-piso berada.disana makan siang.
Setiap orang melahap makananya karena sudah lapar sekali. Disana kami
berfoto-foto bersama teman-teman yang lain, bahkan kami membuat suatu
atraksi. Atrakasi itu adalah sebuah nyanyian, sambil menyanyi dangdut
kami menari-nari bersam teman-teman yang lain. Tak berapa lama kemudian
kami meninggalkan sipiso-piso. Hati mulai berdebar. Akhirnya sesaat lagi
Danau Toba tampak oleh mataku. Inilah sisi pertama danau Toba yang
akan kami nikmati dalambeberapa hari ini. .tempat ini terhampar indah di
lembah hijau, dihiasi danau luas dan tenang. Dari sana kami
meninggalakan parapat. Kami menaiki sebuah kapal feri. Darisana kami
menuju tuku-tuk. Kami sangat menikmati perjalanan kami. Disana aku
bersama teman-teman ku mulai menyanyikan beberapa lagu batak. Kami
menyanyikan seperti anakhon hi hamoraon diau, burju doho inang, taringot
au,, dan masih banyak yang lain. Beberapa menit kemudian
kami sampai di tuk-tuk. Dozent mulai membagikan kunci. Guru membagi
kamar-kamar untuk setiap mahasiswa dan mahasiswi. malamnya begitu banyak
acara yang kami lakukan disana. Sampai menjelang paginya kami tak bisa
tidur dengamn tenang.
Paginya
kami bangun lebih subuh. Tepatnya itu hari minggu. Untuk agama Kristen,
hari minggu merupakan hari yang sangat bermakna. Disitulah umat
kristiani bersekutu untuk memuji Tuhan. Disana kami melakukan kebaktian
singkat. Masing-masing kami mengambil bagian dalam kebaktian itu.
Setelah acara kebaktian dilanjutkan dengan senam pagi. Senam itu sangat
menggugah semangat kami. Dengan senam membuat otot dan pikiran lebih
semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar